Program Studi S1 Teknik Sipil Institut Teknologi PLN (ITPLN) melaksanakan kegiatan kuliah lapangan ke Proyek Jembatan Tol Kataraja Seksi 1 di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada Kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap proses pembangunan jembatan tol modern serta penerapan metode konstruksi yang digunakan pada proyek infrastruktur strategis nasional.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pembelajaran langsung mengenai metode konstruksi balance cantilever, yaitu teknik pembangunan jembatan yang dilakukan secara bertahap dari kedua sisi pilar tanpa memerlukan perancah penuh di bawah struktur. Metode ini dinilai efektif untuk diterapkan pada lokasi dengan keterbatasan ruang kerja, seperti area perkotaan yang padat maupun lintasan jalan aktif. Melalui penjelasan dari tim proyek, mahasiswa memahami bagaimana metode tersebut diterapkan untuk membangun struktur jembatan dengan tetap menjaga aspek efisiensi, keselamatan, dan kualitas konstruksi.

Selain mendapatkan pemahaman konseptual, mahasiswa juga melakukan observasi langsung terhadap berbagai tahapan pekerjaan konstruksi di lapangan. Beberapa proses yang diamati meliputi pemasangan form traveler, pengecoran segmen cantilever secara bertahap, pemasangan segmen pracetak, hingga proses penarikan kabel prategang (prestressing). Kegiatan ini memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana perencanaan dan desain struktur yang dipelajari di ruang kuliah diterapkan dalam pelaksanaan proyek konstruksi berskala besar.
Pada sesi diskusi, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya pengendalian mutu selama proses konstruksi. Tim proyek memaparkan berbagai prosedur teknis yang dilakukan, mulai dari pengukuran dimensi struktur, pemantauan deformasi dan rotasi segmen, hingga pengujian kualitas material. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pentingnya akurasi pelaksanaan konstruksi untuk menjamin keamanan dan kinerja struktur jembatan dalam jangka panjang.

Kunjungan lapangan juga memberikan pemahaman mengenai penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek konstruksi. Mahasiswa diperkenalkan dengan prosedur penggunaan alat pelindung diri (APD), sistem pengamanan area kerja, komunikasi antarpekerja, hingga mekanisme tanggap darurat yang diterapkan di lapangan. Aspek keselamatan ini menjadi bagian penting dalam menunjang keberhasilan proyek sekaligus melindungi seluruh tenaga kerja yang terlibat.
Melalui kegiatan kuliah lapangan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis mengenai proses pembangunan jembatan tol, tetapi juga mengembangkan kemampuan analisis, komunikasi, dan kerja sama tim. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang mempertemukan teori teknik sipil dengan praktik profesional di lapangan, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri konstruksi.
Program Studi S1 Teknik Sipil ITPLN berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur di Indonesia.